sore itu kala uadara terasa sangat tak bersahabat,
seorang laki-laki tampan dengan pakaiannya berjalan tenang ke arah danau yang airnya sangatlah biru,,
entah apa yang mmebuat laki-laki ini sangat suka menghabiskan waktunya di tepi danau tersebut.. sekali waktu saya pernah melihatnya membawa buku serta alat tlisnya, lalu saya berpikir apakah dia seoarang penulis? atau dia seorang pelukis?
laki-laki ini memanglah sangat ramah dan tak pernah terdengar sekalipun ia berbicara,, bahkan untuk mencoba berkenalan dengannya saja terasa sungkan sekali. lalu saya mendekatinya ke tepi danau tersebut ketika saya ingin mencoba bertanya dia lagsung beranjak pergi dari tempatnya.
wawww saya terkejut, ada apa mengapa lelaki ini begitu tertutup?
hari berikutnya saya kembali menemuinya ke pinggir danau tersebut, lagi-lagi dia menghindar dan beranjak. hari demi hari saya terus mencoba untuk dapat berkenalan dengannya, akhirnya dengan kebulatan hati dan tekad yang kuat saya menemuinya kembali sambil berkata jangan beranjak biarkan aku berteman denganmu,,, dengan susah payah saya terus membujuknya agar ia tak beranjak, akhirnya laki-laki ini pun luluh. saya coba bertanya siapa dia, kenapa suka sekali ke tepi danau, tak banyak bicara ia hanya tersenyum untuk merespon pertanyaanku,, aku bingung kenapa ia hanya tersenyum saja?
astaga lagi dan lagi ia pun hanya tersenuym sambil menjulurkan tangannya. dan berhenti samapi disitu saja. ia pun beranjak dari tempatnya sambil kembali tersenyum,,, dan tinggallah aku sendiri di tepi danau itu. hari pun mulai gelap smabil berjalan pulang saya berpikir keras tentang siapa dia? kenapa ia hanya tersenyum saja?
esok hari sekitar jm 4an aku ke tepi danau dengan tujuan untuk menunggunya datang ternyata dia lebih dulu datang dari padaku,, hahaah aku tersipu dlam hati tentang laki-laki yang sangat pendiam ini. aku menghampirinya dan duduk di sampingnya, ia pun tertegun dan untungnya ia tak beranjak, mmm sepertinya ia mulai mau bersahabat denganku bisikku dalam hati,,,
lalu tanpa aba-aba ia memberikan ku selembar kertas dengan tulisan nya pada lembar kertas itu, tertulis seperti ini:
" aku tak pernah minta untuk dilahirkan
aku pun tak pernah terpikir tentang cita-cita ketika aku lahir didunia ini. yang aku tau ketika aku terlahir ke dunia ini orang tuaku mencintaiku dan sang EMPUNYA dunia ini mengizinkan ku untuk ada dlam dunia ini. aku hanya lah lelaki yang hanya mampu tersenyum tanpa mampu berkata-kata, tepi danau ini lah yang menjadi tempat hangatku yang lain selain atap rumahku, terkadang aku berpikir aku takkan mampu untuk bertemu dnegan orang lain bahkan aku malu, tapi danau ini yang membuatku harus tetap kuat dan teguh sebab sekalipun warna danau ini begitu biru tetaplah ada cacat dalam danau ini yang tak mampu alat indera kita lihat atau rasakan"
setelah aku membaca tulisannya, aku tuliskan di kertas yang lain dengan kalimat yang baik tanpa harus menyinggung hatinya, asataga,,, ternyata ia memanga bisu seperti dugaanku sebelumnya.
ya,, senyum si bisu itu yang terpikir olehku ketika aku menuliskan blog ini.
ia mampu mengahargai dirinya dengan senyuman yang tak pernah hilang dari wajahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar